Skip to main content

[FF] AU WCYL (Wajah Cinta Yang Lain) KETIKA SEMUANYA TERBONGKAR PART 6 (Last Part)

DISCLAIMER: Tulisan ini tidak ada hubungannya dengan penulis asli dari WCYL, hanya sebatas HALU dari mimin yang suka menulis dan kebetulan suka sama sinetron ini. Jadi jangan OVT yaa .  . . selamat membaca, dan jangan lupa berikan komentar. Just Fan Fiction in Another Universe. Semoga warga DaNa suka. ^^

___________________________________________________________________

Davin baru saja masuk parkiran RiseWell ketika security datang mendekat dan memberi hormat.

“Ariana masih di kantornya, Pak?” tanya Davin.

“Baru saja ke luar, Pak. Sekitar 10 menitan yang lalu.”

“Oh iya makasih ya, Pak!” Davin segera memutar balik. ‘Jam segini baru pulang. Ari . . . kamu itu wanita bagaimana kalau nanti ada orang jahat.’

Davin memacukan mobilnya dengan kencang. Ia harus bisa menyusul mobil Ariana untuk bisa mengawalnya dan memastikan wanita itu baik-baik saja.

Di jalanan sepi, Davin melihat mobil hitam sangat familiar. Ia segera menyadari kalau mobil itu mobil Ariana. Ia heran karena mobil Ariana berhenti nyaris di tengah jalan di jalanan yang sepi. Perasaannya tidak enak. Davin segera turun dari mobilnya.

Benar saja, dua orang pria bersenjata tajam tampak sedang mencoba mengancam. Pria yang membawa samurai bahkan mengayun-ngayunkan senjatanya bersiap menyerang.

“Ariii!” Davin berlari setengah berteriak. Ia tepat waktu. Sesaat sebelum samurai itu melukai Ariana, ia sudah berada di sana. Merengkuh Ariana sepenuhnya dalam penjagaannya, menempatkan lengannya sebagai perisai hidup bagi wanita yang sangat dicintainya itu.

“Arii?” Davin menyadari bahwa Ariana terkulai lemas tidak sadarkan diri. Ia mencoba menggoyangkan badan Ariana tapi matanya tetap terpejam. Davin memandang pria pembawa senjata tajam dengan marah. Ia meletakkan Ariana dengan hati-hati di aspal dan ia sandarkan di pintu mobil agar bisa tetap tegak.

Darah segar mulai mengucur dari lengan Davin, tapi Davin seakan tidak merasakan apapun. Darahnya mendidih. Ia segera mendekati pria dengan senjata tajam dan dengan beringas bersiap menghajarnya.

Walau dengan tangan kosong, Davin berhasil melumpuhkan kedua pria bersenjata tajam. Bahkan senjata mereka jatuh karena Davin menendangnya. Pria pembawa clurit ketakutan dan langsung kabur dengan motor bersama rekannya. Pria pembawa samurai juga ketakutan tapi ia sudah ditinggalkan rekan-rekannya. Davin segera memukulnya tanpa ampun. Sampai babak belur dan tidak berdaya.

“Beraninya kamu menyakiti WANITAKU!”

Pria itu tidak bisa melawan sampai pingsan. Davin membawa ties kabel dari mobilnya dan mengikat pria itu ke tiang jalanan, menelepon Pak Virzha untuk menangani pria itu selanjutnya.

Setelah merasa pria itu tidak bisa kabur, Davin segera mendekati Ariana yang masih tidak sadarkan diri. 

“Ri? Ariana?” Davin memegang dan mengusap kepala wanita itu dengan lembut. Ia cemas. “Kita ke rumah sakit ya!” Davin mengangkat tubuh Ariana kepelukannya, membawanya dengan sangat hati-hati seakan-akan ia sedang membawa vas bunga mahal yang mudah pecah. Ia meletakkan Ariana ke dalam mobilnya. Memarkirkan mobil Ariana agar tidak menghalangi jalan, mengunci mobilnya dan meminta Beno untuk mengurus mobil Ariana.

Sepanjang perjalanan Ariana tidak kunjung bangun, Davin menyetir sambil menggenggam erat tangan Ariana. 

“Bertahan ya, Ri!” Air mata Davin bercucuran. Ia khawatir harus kehilangan wanita itu. Ia pernah kehilangan sekali tapi ia tidak mau yang kedua kalinya.


# # #

Suara detektor jantung terdengar, Ariana terbangun. Ia segera sadar bahwa ia ada di rumah sakit. Ingatannya kembali perlahan. Ia tahu ia menjadi korban begal. Ia tidak ingat apapun dan bagaimana ia bisa ada di Rumah sakit. Samar ia mengingat ada Davin saat akan pingsan, ia melihat sekeliling, tapi sepi. Ariana sadar, ia pasti kembali membayangkan Davin sesaat sebelum ia tak sadarkan diri. Ia begitu merindukan pria itu, sampai dimanapun kapanpun, ia selalu merasa pria itu ada di sekitarnya.

Pintu ruangannya terbuka. Davin masuk dengan perban di tangan kirinya.

“Ri?”

Ariana memandangi Davin. Ia seperti keheranan dan bingung.

Davin segera mendekat ke ranjang Ariana dan memeluknya dengan erat, “Maafin aku ya?” Air mata Davin menetes. Aku yang sudah mengingkari janjiku. Aku berjanji menerima semua sisi dan sisa kamu, tapi aku juga yang kecewa dengan semua kenyataannya.” Davin terus menangis. 

Air mata Davin menetes dan membasahi baju rawat Ariana. Terasa hangat. Barulah Ariana menyadari bahwa Davin di depannya kali ini bukanlah bayangan yang selalu muncul setiap waktu belakangan ini.

Begitu tahu bahwa Davin yang memeluknya adalah benar-benar pria yang paling ia sayangi, Ariana segera membalas pelukan Davin tak kalah erat. Air matanya juga mulai menetes tak ia tahan.

“Mas Davin . . .” Ariana hanya menyebut panggilan yang ia rindukan. 

Perlahan Davin melepas pelukannya. Memandangi Ariana dengan tatapan yang sama yang selalu ia lakukan dulu. Tidak ada lagi tatapan kosong atau tatapan dingin. “Ri, maafin aku ya . . . Tapi kamu tahu kan aku kecewa? Kamu tahu kan aku marah?”

Ariana mengangguk, air matanya terus mengalir. “Aku tahu mas. Mas davin berhak marah karena aku bohongi, aku manfaatkan.”

“Aku sayang kamu, Ri. Lebih besar dari rasa kecewa dan marahku. Jadi jangan bilang kamu mau melepas RiseWell dan pergi dari hidup aku. Mulai detik ini aku tidak akan mencari tahu apapun tentang masa lalumu. Aku hanya akan mendengar dan percaya dengan apa yang kamu bilang. Kamu ga harus mengatakan apa yang mau kamu rahasiakan. Aku tidak akan memaksa apapun.”

Ariana mengangguk. Menatap Davin dengan tatapan penuh kerinduan. Ia memegangi wajah Davin. Ia takut kehilangan pria itu. Ia menyeka air mata Davin dengan tangannya yang bergetar.

“Ari, aku hanya ingin tahu satu hal dan yang lainnya tidak penting lagi.”

“Apa mas?”

“Kamu, apa kamu benar-benar menyayangiku? Bukan berpura-pura?”

Ariana bergerak sedikit dan mengecup pipi Davin, “Mas boleh meragukan dan mempertanyakan motif aku pada awalnya mendekati kamu. Tapi mas ngga boleh meragukan perasaan aku sama mas Davin. Aku sayang sama Mas Davin. Itu alasan terbesarku untuk tidak terbuka dari awal sama Mas Davin. Aku takut Mas Davin kecewa dan meninggalkanku. Aku hanya ingin menahan kebenaran sedikit lebih lama lagi untuk bisa menikmati kebersamaan kita.”

Davin mengecup pucuk kepala Ariana dan kembali memeluknya. “Cukup . . . sudah cukup . . . yang lainnya tidak penting lagi. Aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi apapun yang terjadi.”

Ariana membenamkan kepalanya di dada Davin. Air matanya masih mengalir deras, dan ia membiarkan semua emosinya keluar tanpa pertahanan.

“I Love You, Mas Davin.”

“I Love You Beyond The Most!”

# # #

Mereka berdua berbaring di ranjang. Ariana tidur berbantalkan lengan Davin. Davin mengelus-ngelus kepala Ariana.

“Mas? Mas terluka?” Ariana menyadari ada perban cukup panjang menutupi lengan Davin.

“Ini? Gapapa.”

“Jangan-jangan waktu pembegalan itu mas lawan mereka?”

“Aku hanya tersulut emosi, Ri. Gapapa kok. Ngga sakit.” 

“Lukanya panjang gitu. Sakit?”

“Gapapa… ga sakit . . . nanti sembuh sendiri.”

“Mas. . . Mas janji ya harus jaga diri.”

Davin gemas ia mencolek hidung Ariana, “Bawel.”

Ariana tertawa.

Davin lalu mulai mengelus wajah Ariana, “Ri, kamu kesakitan?”

“Aku? Aku gapapa mas. Ga ada sakit apapun. Kayaknya aku cuman kelelahan jadi pingsan.”

Davin menggeleng, “Bukan sekarang. Nadin bilang kamu terpaksa melakukan operasi wajah karena ada seseorang yang menyiramkan air keras?”

Nadin ternyata sudah menceritakan garis besarnya pada Davin, “Udah ga sakit, Mas. Udah lama. Tapi ketakutannya kadang datang.”

“Itu alasanmu ketakutan saat tidak sengaja tersiram air oleh Pamela?”

Ariana mengangguk. “Sekarang aku sudah tidak terlalu takut lagi. Traumaku sudah mulai menghilang perlahan karena Mas Davin.”

“Maafin aku yaa. Kamu harus mengalami itu semua sendirian. Maafin aku tidak ada di sana. Maafin aku tidak menemukanmu dari dulu.”

“Mas Davin . . . Kalau Mas ngga bawa aku ke rumah sakit waktu itu. Tidak akan pernah ada Ariana. Jadi Ariana yang sekarang hidup, karena Mas Davin menyelamatkan nyawanya. Mas Davin yang memberikannya kesempatan kedua untukku bisa hidup”

“Mulai sekarang aku akan menjadi pendukungmu nomer satu. Kita akan cari siapa dalang dan orang yang ingin membunuhmu. Kita akan mencarinya bersama ya? Tidak akan ada lagi yang bisa menyakitimu, Ri. Aku bersumpah.”

“Aku berjanji setelah hari ini, aku tidak akan pernah menutupi apapun lagi dari Mas Davin. Aku percaya sama kamu, Mas. Makasih udah memilih untuk menerimaku dan masa laluku mas.”

“Masa Lalu adalah milikmu, tapi masa depanmu adalah milikku.” Davin beringsut dan mulai mendekatkan wajahnya. Ariana buru-buru menahan bibir Davin.

“Mas! Mas mau ngapain?” 

Davin tertawa dan mengalihkan ciumannya ke kening Ariana, “Ga ngapa-ngapain. Yaudah tidur.”

Ariana tertidur lelap dengan kepala bersandar nyaman di atas lengan Davin. Merasakan napas teratur sang wanita di dada bagian atasnya, Davin merengkuh tubuh itu pelan-pelan. Lengan bawahnya melingkar melintasi pinggang Ariana, menariknya sedikit lebih dekat hingga tak ada celah di antara mereka. Sensasi hangat dan aman seketika melingkupi posisi tidur mereka.

TAMAT

Seru ngga Warga?? Mimin jadi kepikiran bikin adegan 17+ nih (awokawokawok) Apa mimin bikin lagi ya? . . . siapa yang setuju??  

Makasih untuk semua yang sudah membaca Au ini, awalnya iseng-iseng aja tapi kalau lihat viewers blog lumayan ada 200an orang. Makasih semua warga. Mimin jadi semangat menulis lagi. Jangan lupa tinggalin komentar di Toktok yaa . . . loph you all Danasaurus . . .💗

Review dan Sinopsis yang mimin tulis murni dari mimin pribadi
Setiap orang berhak untuk setuju atau tidak setuju dengan pendapat mimin
Karena suka atau tidak suka dengan suatu FILM/DRAMA tergantung selera masing-masing
Dan pendapat mimin sama sekali tidak menjadi generalisasi bahwa pendapat orang lain pun sama
Mohon menghormati pendapat mimin, dan mohon berkomentar dengan sopan ya..
Terimakasih.. ^^

Comments

Popular posts from this blog

[Bahas Ending] K-Film "Memoir of A Murderer"

Suka sama akting nam gil

[Review + Sinpsis] China-Wuxia-Collosal "Princess Agent"

HUWAAAA suka banget sama drama ini kecuali endingnya TT,TT XiaoLiu harus mendapati dirinya menjadi target

[Sinopsis + Review] K-Film "Stray Goat"

Min Sik anak