Drama He Xuan Lin lagi . . .
Xu Wan Ning hidup sebagai istri resmi dari keluarga terhormat, namun ia menderita. Ia dikurung di penjara keluarga, suaminya berselingkuh, bahkan anak yang dipercaya sebagai anaknya ternyata bukanlah anak kandungnya.
Xu Wan Ning lalu kembali ke 6 tahun sebelumnya, ketika perselingkuhan suaminya belum diketahui dan harta sesannya masih lengkap. Pada kehidupan pertama, harta sesan Wan Ning dipakai suaminya untuk memanjakan selingkuhan. Wan Ning ini keluarga yang kaya karena ayahnya pedagang sedangkan suaminya itu bangsawan. Kali ini Wan Ning tidak akan membuat suaminya bisa menguasai harta sesannya, dan ia juga tidak akan membuat suaminya bisa berselingkuh dengan tenang.
Dalam hidup keduanya untuk bisa membalas dendam, Wan Ning juga mencari putra kandungnya yang hilang. Dalam semua rencananya ia sering bertemu dengan Jendral Pei Heng yang sedang menyelidiki obat Heron (mungkin semacam narkoba ya) yang dianggap ada di keluarga suami Wan Ning. Dan jendral Pei ini ternyata memiliki kisah masa lalu dengan Wan Ning, yang tidak pernah disadari Wan Ning.
REVIEW dengan SPOILER
Kenapa ya? Cerita kayak gini kan pasaran banget? Tapi mimin sukaaaaa banget sama drama pendek yang ini. Mungkin bisa mimin sebut sebagai salah satu drama pendek terbaik yang pernah mimin tonton. Chemistry Pei Heng sama Wan Ning nya kerena banget sih, ditambah lagi ada dua krucil yang selalu merencanakan untuk membuat Pei Heng dan Wan Ning bersama. Asli kocak banget.
Udah mah ya, di drama ini Pei Heng ini diceritakan sebagai pria gagah namun memiliki kecacatan yaitu tidak bisa menjadi 'pria' akibat suatu kecelakaan, ada cerita tersebar kalau Pei Heng ini adalah Jendral yang seperti kasim. Mimin paling suka adegan lucu yang ini nih.
Kan Pei Heng lagi terluka tuh, terus Wan Ning ngolesin salep. Nah Wan Ning ini sambil ngoles salep sambil niup kan biar ngga perih. Terus Pei Heng bilang begini,
👨🏼: Kamu tidak bisa terus mengujiku!
👩🏼: Aku tidak mengujimu, oh tunggu salepnya mungkin perih. Aku akan mengolesnya perlahan.
👨🏼: Bagaimanapun aku seorang pria.
(Terus Wan Ning melangkah mundur)
👩🏼: Tapi bukankah kamu . . .? (merujuk kecacatan Pei Heng)
👨🏼: Aku kenapa? (Sambil berdiri awalnya duduk)
👩🏼: Mungkin untuk pria 'itu' merupakan hal yang penting, tapi bagi kita wanita itu bukan sesuatu yang penting. Aku hanya menilai perilaku dan akhlak dari pria.
👨🏼: Jadi kamu percaya kabar burung itu
(sambil terus mendekat)
Pokoknya mimin di adegan ini ketawa ngakak. Ya Allah mereka lucu banget.. 🤣
Sayangnya ending dramanya kayak kurang puas, harusnya mereka ada gitu satu atau dua episode nyeritain bahagianya. Tapi ngga ada. Dan tumben banget ya ini kan kembali ke 6 tahun yang lalu tapi ternyata ngga balik lagi. Biasanya karena peraturan drama/film china, ceritanya suka balik lagi kan ya ke timeline asli? Terus ngga diceritain juga Pei Heng sebenarnya celaka karena apa dan bagaimana? Sampai ada kabar kalau dia seperti kasim, awalnya mimin kira dia dikebiri karena suatu hal tertentu tapi ngga diceritain juga Pei Heng ini kenapa. Dan ternyata ia normal.
Beberapa minggu yang lalu kan mimin sempet buat review yang Love and Bid Farewell. Ini PU-nya sama tapi kalau di drama sebelumnya Zi Xian super duper Red Flag. Di drama ini dia green forest banget gaes. Sampai dia biar Wan Ning bisa cerai sama suaminya, dia minta dekret kaisar buat perceraian. Pas Wan Ning mau nikah lagi juga dia pake dekret kaisar yang bilang bahwa mereka ini terikat pernikahan. Ah pokoknya kalian harus nonton.
Drama ini berjumlah 24 episode dengan durasi 15 menitan. Bisa kalian tonton di We TV. Highly Recomended gaes.
Review dan Sinopsis yang mimin tulis murni dari mimin pribadi
Setiap orang berhak untuk setuju atau tidak setuju dengan pendapat mimin
Karena suka atau tidak suka dengan suatu FILM/DRAMA tergantung selera masing-masing
Dan pendapat mimin sama sekali tidak menjadi generalisasi bahwa pendapat orang lain pun sama
Mohon menghormati pendapat mimin, dan mohon berkomentar dengan sopan ya..
Terimakasih.. ^^

Comments
Post a Comment
DONT BE SILENT READER, pleaase comment.. ^^ NO BASH